Gli Yang Berpulang dan Sejarah Panjang Hagia Sophia

By dhenok hastuti - November 09, 2020

Penyayang kucing dunia dibuat sedih oleh kabar kepergian Gli, kucing penjaga bangunan bersejarah Turki, Hagia Sophia Meski tak bertemu langsung, sosok Gli banyak dijumpai di media sosial dan media internasional. Terlebih sejak fotonya dengan Presiden AS, Barack Obama beredar.

Foto: daily sabah

Baca juga: Gempa Turki

Gli diketahui lahir pada 2004 bersama dua saudaranya, Pati dan Kizim. Pati sudah menyeberang lebih dulu, Kizim tak terlalu banyak diceritakan. Gli sendiri awalnya dinamai Gri atau abu-abu dalam bahasa Turki. Kemudian diganti Gli yang dimaknakan sebagai 'Union of Love'. Tapi kenapa abu ya? Karena sebetulnya warna bulunya coklat 😀 Gli punya mata hijau cerah. Ia sempat sekali melahirkan. Sayang anaknya tak panjang umur, mati dalam sebuah peristiwa kecelakaan. 


Foto: borepanda

Baca juga: Minnie, Kucing Manipulatif

Pada 2009 Presiden Barrack Obama melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki. Dalam lawatannya, ia tak melewatkan Haghia Sophia, gedung yang memiliki sejarah panjang tersebut. Saat bertemu dengan Gli, Obama sempat mengelus kepalanya. Gli tampak tak takut dan bahkan menikmati. Foto itu pun diunggah ke media sosial dan tersebar mendunia. Menjadikan sosoknya dicari oleh para penyayang kucing yang menjadikan Haghia Sophia sebagai salah satu tujuan wisata.


Baca juga: Kucing dan Satwa Liar di Turki

Bicara tentang Hagia Sophia, seberapa Anda mengenal bangunan ini, cat people? Mari berkenalan..

Encyclopedia Britannica menyebut, Hagia Sophia atau dalam ejaan Turki, Ayasofya, atau dalam istiah Latin, Sancta Sophia, disebut Gereja Kebijaksanaan Suci atau Gereja Kebijaksanaan Ilahi berlokasi di Konstantinopel yang sekarang kita kenal sebagai Istanbul.  Sejarah Hagia Sophia berawal pada 325 Masehi. Kaisar Konstantinus I memerintahkan pembangunan gedung di atas pondasi kuil pagan. Putranya, Konstantius II pada 360 Masehi, menjadikan bangunan tersebut sebagai gereja Ortodoks. Aneka peristiwa kenegaraan menjadikan gereja sebagai tempat berlangsungnya acara, termasuk pemerintahan seperti pemberian mahkota penguasa. Pendek kata, Hagia Sophia menjadi katedral paling besar yang beroperasi sepanjang periode Kekaisaran Bizantium. 

Foto: turkinesia

Mengutip History, Hagia Sophia mengalami sejumlah perombakan. Gedung yang awalnya berupa bangunan beratap kayu ini sempat terbakar saat terjadi kerusuhan karena konflik politik pada 404 Masehi. Struktur gedung diperbarui saat pemerintahan Kaisar Theodosis II. Kerusakan besar kembali terjadi saat revolusi Nikka. Justinan I (532 M) melakukan perombakan besar dalam waktu relatif singkat, yang menjadikan dua nama arsiteknya masyhur, Isidoros (Milet) dan Anthemios (Tralles). Tentang pendirian Hagia Sophia, banyak referensi yang mengacu pada masa  Justinan I ini, karena fondasi baru yang menjadikan Hagia Sophia seperti yang dikenal kini. Kubah yang menaungi Hagia Sophia disebut-sebut sebagai kubah bangunan terbesar kedua setelah Gereja Pantheon di Roma. 

Pasca penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada 1453, bangunan ini berubah fungsi menjadi masjid. Sang penguasa, Sultan Mehmet/Mehmed II masih mempertahankan nama asli, dengan pertimbangan sophia dalam bahasa Yunani artinya kebijaksanaan. Dengan kata lain Hagia Sophia merupakan tempat suci bagi Tuhan. Saat berubah fungsi ini, banyak mosaik dan lukisan bercorak Kristen, ditutupi dan diplester. Sebagai gantinya, dilibatkan seniman kaligrafi Kazasker Mustafa Ä°zzet yang mengguratkan tulisan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, empat khalifah pertama, dan dua cucu Rasulullah SAW, di sejumlah titik Hagia Sophia. Selain hiasan, struktur bangunan juga dilengkapi sentuhan arsitektur Islam. Ada penambahan mihrab, empat menara, madrasah, perpustakaan, dan bangunan fungsional lainnya. Hagia Sophia berfungsi sebagai masjid dalam kurun 482 tahun. Bangunan ini kembali berubah fungsi pada 1935, saat pemerintah Republik Turki yang modern sekuler berdiri dan menjadikan Hagia Sophia sebagai museum. 

Foto: turkinesia

Pada 10 Juli 2020 lalu, pengadilan tinggi Turki mencabut status Hagia Sophia sebagai museum. Pada masa pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan ini, bangunan legenda ini kembali difungsikan sebagai masjid. 

Keputusan ini mengundang polemik dunia, mengingat sejarah panjangnya yang telah melampaui masa lebih dari 1,5 milenium. Fakta lainnya, pada 1985 Hagia Sophia masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO dan menjadkan gedung ini salah satu destinasi wisata utama di Turki. Setiap tahunnya tercatat jutaan pengunjung menyambangi Hagia Sophia dan menikmati jejak masa lalu dan lukisan-lukisan indah di segenap penjuru bangunan. 

Namun terlepas dari segala polemik, Hagia Sophia tetap menjadi monumen penting yang menarik untuk kita ketahui.

Kembali ke cerita Gli, sang kucing penjaga Hagia Sophia ini kabarnya sempat dirawat di klinik hewan Istanbul mulai 24 September 2020. Namun kondisinya makin memburuk, karena usianya yang juga tak lagi muda.  

Foto: pinterest


Dadah, Gliiii.. Terimakasih untuk ceritamu yaaa.. 😍😍😍

Baca juga: Pengobatan Kucing 

Foto: Niki D Ariwibowo waktu berkunjung ke Hagia Sophia


berbagai sumber

  • Share:

You Might Also Like

3 comments

  1. Kucingnya imut banget, cepet sembuh ya Gli

    ReplyDelete
  2. Sediiih loh pas tau Gli udh ga ada :(. Aku pas ke Turki trakhir, mampir ke Hagia Sofia dan ngeliat si Gli ini.. anteeeeng bnget. Secara aku memang suka kucing, lgs seneng aja ngelus2 dia. Tp pas kesana dulu ga tau kalo Gli kucing terkenal, ato blm jd terkenal :). Apalagi di Turki mah kucing2 banyak dan semua bebas berkeliaran, trus gendut2 lucuuuuu. Semoga ada lagi pengganti Gli di Hagia Sofia :)

    ReplyDelete
  3. Wah ini informasi bangett. Menarik cerita Gli dan Hagia Sophia.. Rasanya mata jadi kebuka. Sukses mbak!

    ReplyDelete