(Biaya) Pengobatan Kucing

By dhenok hastuti - August 19, 2020

Sering kita jumpai pertanyaan di grup-grup perkucingan tentang biaya pengobatan kucing sakit. “Klinik yang harga terjangkau di mana ya?” atau “kalau sakit anu kira-kira berapa biayanya ya?” atau ada yang langsung menyerah, “ada pengobatan alternatif ngga, saya ga punya uang untuk ke dokter.” Jadi, berapakah besaran biaya pengobatan kucing? 

source: freepik

Banyak faktor yang jadi penentu besaran biaya pengobatan dokter. Secara garis besar dapat dilihat dari:

1. Kepemilikan klinik (pemerintah/swasta)

2. Fasilitas klinik

3. Jam terbang dokter

4. Kasus penyakitnya 

5. Tindakan operasi dan obat


Itulah mengapa pertanyaan “berapa sih biaya berobat kucing?” tak bisa serta merta dijawab dalam satu kalimat.


Kepemilikan klinik

Tarif di klinik milik pemerintah dan klinik swasta tentu saja berbeda. Klinik hewan milik pemerintah ini biasanya ada di setiap daerah tingkat dua atau kabupateng/kota. Disebutnya Pusat Kesehatan Hewan, Puskeswan atau UPT Klinik Hewan. Kebijakan dan kewenangannya pun berbeda di tiap wilayah. Misalnya di Kota Bandung, Puskeswan berada di bawah koordinasi  Dinas Pangan dan Pertanian. Puskeswan Bandung tidak membebankan biaya pengobatan kepada pasien, karena masuk dalam anggaran pemerintah. Biaya hanya untuk pendaftaran dan obat yang tidak tercover oleh Puskeswan, serta tindakan tertentu yang membutuhkan ekstra biaya. Secara umum aturan tersebut berlaku di layanan Puskeswan di mana saja di Indonesia.

Sedangkan tarif klinik swasta tergantung pada pemilik klinik, lokasi (keterjangkauan area), dan lain-lain termasuk poin-poin di bawah.


Fasilitas klinik

Tidak semua klinik dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan yang memadai. Bahkan test kit pun tidak ada. Ada sementara dokter hanya mengandalkan pemeriksaan fisik yang bahkan tanpa disertai penggunaan stetoskop. Pada klinik lain tersedia perangkat lengkap seperti alat USG, rontgen, dan perangkat pendukung lainnya. Fasilitas lebih lengkap membutuhkan perawatan,  gedung yang besar, karyawan yang lebih banyak. Dengan demikian ada pembiayaan yang lebih besar yang tentunya berpengaruh pada biaya perawatan. 


‘Jam terbang’ dokter

Sudah sewajarnya dokter yang memiliki pengalaman lebih banyak ‘dihargai’ lebih tinggi. Karena pengalaman tidak murah. Pun tingkat keilmuan akan menjadi faktor yang masuk komponen biaya.


Kasus penyakit

Tingkat kerumitan penanganan kucing yang terkena jamur berbeda dengan kasus penyakit organ internal. Pada kucing jamuran paling dikasih salep plus vitamin pendukung imunitas. Atau diminta melakukan pengamatan barangkali jamur sebagai gejala dari penyakit tertentu. Sementara untuk penanganan kasus gangguan organ dalam diperlukan tes darah, atau USG, atau rontgen. Itu sebagai gambaran kasar saja.


Tindakan dan obat

Pasca diagnosis, dokter akan memberikan tindakan lanjutan, misalnya melakukan operasi, menganjurkan rawat inap, atau hanya memberikan injeksi dan obat. Obat pun dapat berupa produk langsung atau resep. Semuanya ada korelasinya dengan pembiayaan. 

Demikianlah, jika ada pertanyaan ‘berapa biaya berobat’ jawabnya tidak bisa langsung sekian rupiah. Tapi mari kita lihat contoh pengobatan anggota keluarga Rumah Ronin. Yang terbaru adalah pengobatan Miki.



Miki adalah kucing liar yang tinggal di area sekitar Rumah Ronin. Ia diobati pertama kali saat datang -entah dari mana- dalam kondisi scabies parah. Bisa baca ceritanya di sini. Sekitar tiga minggu lalu dia terlihat malas-malasan. Miki biasanya tidur di area teras tetangga. Pada jam makan dia akan datang ke rumah. Makan di teras dan jalan depan rumah bareng kucing-kucing liar lainnya. Hari itu dia tampak ogah-ogahan. Jadilah ditangkap, lihat dari dekat. Dari gejala yang terlihat, ada kekhawatiran virus calici. Dimasukkan kendang, karantina. Cekok vitamin, suplemen, makanan halus-minum. Hari ketiga belum menunjukkan ada perubahan membaik, bawa ke dokter.

Klinik yang saya tuju untuk Miki adalah klinik yang lokasinya tak jauh dari rumah. Klinik mungil yang menyatu dengan rumah. Fasilitas terbatas. Termasuk tak dilengkapi dengan test kit untuk virus calici. Dokter memeriksa, kasih obat dan vitamin injeksi, plus antibiotik yang diminumkan untuk seminggu. Berapa biayanya? Rp100.00. Kalau mau menakar biaya perawatan, perlu dihitung pula suplemen yang dikonsumsi dan makanan penunjangnya. Selama seminggu saya melengkapi pengobatan dengan Transfer Factor, sehari 1x. Di lapak, produk ini kami jual Rp10.000/kapsul. Seminggu berikutnya, lepas dari antibiotik, Miki dicekok VCO 1,5ml/hari dan albumin kapsul sebuah per hari. Harganya relatif lebih murah. VCO kami jual Rp28.000/botol 100ml, albumin kapsul Rp23.000/botol 60 kapsul. Untuk makanan penunjangnya dua kaleng Hill's Prescription AD @Rp40.000.

Miki sudah membaik dan dilepasliarkan kembali setelah 3 minggu karantina.


Contoh kasus Miki semoga dapat memberikan sedikit gambaran. Cerita pengobatan yang lain, nanti akan saya bagikan pada tayangan selanjutnya. Kalau mau berbagi pengalaman merawat kucing, ditunggu ya..


  • Share:

You Might Also Like

0 comments