Ketika (di Australia) Kucing Dianggap Hama

Beberapa waktu terakhir para penyayang binatang di tanah air, terutama para cat owner dibuat terhenyak oleh pemberitaan yang menyebutkan Pemerintah Australia akan membasmi kucing liar. Kucing dianggap sebagai hama yang telah membinasakan banyak spesies lain yang lebih kecil. Suara protes pun dilayangkan melalui berbagai media massa. Mengecam kebijakan Pemerintah Australia yang dianggap tidak manusiawi.  



Baca juga: Kucing Liar di Hutan, Sebagiannya Sudah Langka

Kucing memang dikenal sebagai predator. Mereka yang berada di alam sebagai binatang liar itu berburu untuk mempertahankan hidupnya. Pemerintah Australia menganggap apa yang terjadi di Australia ini sebagai malapetaka. Hal yang oleh sebagian orang dianggap berlebihan. Demi menjalankan rencananya, sebanyak 40 peneliti lingkungan dikumpulkan. Mereka bertugas untuk mengumpulkan data dari hampir 100 studi yang direncanakan terkait dengan persoalan kcuing liar tersebut. Hasil penelitian telah dipublikasikan secara daring di jurnal Biological Conservation. Dalam jurnal berjudul "Enumerating a continental-scale threat: How many feral cats are in Australia?" itu di antaranya menyebutkan bahwa 99,8 persen daratan benua Australia telah dikuasai kucing. 


Tercatat, kucing liar (Felis catus) masuk ke Australia pada sekitar awal abad 17. Rombongan imigran Eropa membawa serta mereka untuk mengatasi persoalan kucing di kapal. Para imigran tersebut lantas mendirikan pemukiman baru di benua suku Aborigin tersebut. Kucing yang mereka bawa serta, dibebasliarkan sekaligus untuk mengontrol populasi tikus di pemukiman baru dan area pertanian. 

Gabung dengan Page RumahRonin di Facebook


Catatan Kementerian Lingkungan Australia tersebut juga menyebutkan bahwa bahkan kucing juga diimpor untuk tujuan yang sama. Contohnya sebuah peternakan di pedalaman New South Wales, penduduknya pernah memesan ratusan kucing liar dari Inggris. Begitu pula pemukim wilayah lainnya. Kucing-kucing itu, selain mengatasi tikus, juga hewan pengerat lain seperti jenis marsupialia (hewan berkantung) berukuran kecil. Biasanya mereka berburu di malam hari, dan siangnya mendiami bebatuan, batang kayu, dan liang-liang binatang kecil yang menjadi buruan mereka. Kucing liar juga memburu burung, reptil, amfibi, ikan, dan serangga. Dengan daya tahan yang kuat, kucing-kucing tersebut mampu bertahan bahkan berkembang biak yang lantas menjadi persoalan berikutnya. Over populasi! 

Baca juga: Kucing Membawa Pulang Hasil Buruan sebagai Oleh-oleh

Berbagai program pernah dibuat, yang intinya untuk melakukan pemusnahan massal. Misalnya pada 2015 lalu pemerintah mengeluarkan dana untuk para pemburu. Mereka membunuh kucing-kucing liar di areanya masing-masing. Ada pula agenda penerapan racun yang disemprotkan ke bulu. 

Mengapa tidak disteril? Ini menjadi dilema. Faktanya, sterilisasi tak akan mengurangi jumlah. Steril bahkan menjadikan kucing lebih sehat. Persoalannya memang terletak pada minimnya upaya antisipatif. Sterilisasi akan berhasil ketika populasinya belum melimpah. 

Banleng bisa dibelanja di Tokopedia


Baiklah, itu menjadi persoalan Australia. Sebanyak apa pun keberatan dari berbagai pihak, secara nyata mereka mengalami persoalan. Kita mungkin hanya bisa sama-sama berharap, pilihan solusinya bersifat manusiawi. 

Baca juga: Kucing Penyebab Kemandulan?

Yuk, dimulai dari lingkungan terkecil kita. Sterilkan atau mandulkan kucing di rumah, dan kucing-kucing liar di sekitar agar tak terjadi over populasi dan memunculkan anggapan bahwa kucing adalah hama. 

No comments